Jakarta, 1 Mei 2026 – Keanekaragaman warna di dunia hewan menunjukkan perbedaan mencolok antara kelompok mamalia dan hewan lain seperti burung, ikan, maupun reptil. Jika burung dan ikan kerap tampil dengan warna cerah mencolok, sebagian besar mamalia justru memiliki warna yang cenderung netral seperti cokelat, abu-abu, atau hitam.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa salah satu faktor utama adalah perbedaan jenis pigmen. Mamalia umumnya hanya memiliki pigmen melanin yang menghasilkan warna gelap atau netral. Berbeda dengan burung dan ikan yang memiliki pigmen tambahan serta struktur khusus yang mampu memantulkan cahaya, sehingga menghasilkan warna cerah.
Dalam kajian Pigmen Melanin, pigmen ini berfungsi tidak hanya memberi warna, tetapi juga melindungi kulit dan rambut dari radiasi ultraviolet. Hal ini membuat mamalia lebih fokus pada fungsi perlindungan dibandingkan tampilan warna.
Selain itu, faktor evolusi juga berperan penting. Mamalia banyak yang hidup di darat dan membutuhkan kamuflase untuk bertahan dari predator. Warna netral membantu mereka menyatu dengan lingkungan, seperti hutan, tanah, atau padang rumput.
Berbeda dengan burung yang menggunakan warna cerah untuk menarik pasangan atau menunjukkan dominasi, mamalia lebih mengandalkan suara, bau, atau perilaku untuk komunikasi dan reproduksi.
Namun, ada beberapa pengecualian pada mamalia tertentu yang memiliki warna mencolok, meski jumlahnya relatif sedikit. Contohnya adalah pola kontras pada beberapa spesies yang berfungsi sebagai peringatan atau identitas.
Pengamat biologi menyebut bahwa perbedaan ini menunjukkan bagaimana setiap kelompok hewan berevolusi sesuai kebutuhan lingkungan dan cara bertahan hidup masing-masing.
“Warna bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari strategi hidup,” ujar seorang ahli biologi.
Temuan ini semakin memperjelas bahwa evolusi tidak hanya membentuk bentuk tubuh, tetapi juga warna sebagai bagian penting dari adaptasi makhluk hidup.
Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat dapat melihat keanekaragaman hayati dari sudut pandang yang lebih luas, sekaligus menghargai kompleksitas kehidupan di alam.







